Sekedar Renungan

Time of Our Life Goes so Fast how about Our Preparation?

Manusia selalu diingatkan bahwa hidup kita di alam sangat amat singkat, dan kalo mau di hitung dengan matematika sampai dengan umur kita sekarang berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk hal yang baik dan bermanfaat dalam bekal kehidupan selanjutnya. Sungguh mengerikan saudaraku!!!

 

Dalam pikiran dan segala perbuatan kita sering kali dipenuhi oleh materi, kesenangan dan nafsu duniawi, emosi yang tidak terkendali dan tingkat strees yang cukup besar, Belum lagi tekanan dari berbagai pihak membuat jantung terasa berdebar cepat, waktu istirahat yang kurang, dan kesehatan yang kurang mendapat perhatian khusus membuat tubuh ini menjadi lemah. Jangankan mengharap kita dapat hidup sampai umur 100 tahun, sampai 70 tahun aja udah bersyukur karena memang rata-rata usia manusia saat ini adalah 75 tahun. Dan kemungkinan besar akibat bathin, pikiran yang tidak sehat menyebabkan usia kita semakin berkurang.

      Perenungan demi perenungan terhadap siklus kehidupan dan waktu renggang hidup ini membuat kita dapat menangis terharu ternyata dalam usia sampai saat ini berapa banyak kesalahan dan karma buruk yang kita tabung… sangat amat banyak saudaraku…. Berapa banyak kesempatan terbuang untuk melakukan kebajikan.

      Bahkan lebih parahnya lagi, saat ini karena kondisi kami dalam masa pelatihan dimana penenangan diri dilakukan setiap hari, bayang-bayang dari karma buruk dan segala karma baik di masa lalu terus muncul dan terbayang dalam setiap kesempatan, merinding saya melihat semua karma buruk yang saya pernah lakukan. Ini masih dalam kehidupan ini sehingga masih banyak waktu untuk memperbaikinya. Bagaimana kalau kita sudah meninggal dan harus mempertanggungjawabkannya di kehidupan mendatang? Melewati masa rentang waktu yang sangat panjang di neraka? Wahhh noooo tak bisa dibayangkan saudaraku…….

      Makanya selama di taiwan saya melihat banyak sekali umat buddha yang memanfaatkan setiap waktu liburnya untuk datang ke Vihara dan mengikuti setiap kegiatan yang diadakan. Baik orang tua, muda, eksekutif, kaum bisnis dan tentunya paling banyak adalah mereka orang tua yang sangat rajin ikut meditasi dan acara-acara seperti retreat. Dengan tasbih di tangan mereka terus bermeditasi dengan menyebut nama Buddha. Hal ini tentunya dengan kesadaran tinggi karena tingkat tekanan hidup di Taiwan yang cukup tinggi, dengan meluangkan waktu untuk berbagi pada sesama.